Eksplorasi industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kembali mencatatkan tonggak finansial yang signifikan melalui perkembangan valuasi perusahaan pengembang model bahasa Claude, Anthropic. Berdasarkan laporan yang mengutip data Bloomberg pada Oktober 2026, mantan CEO Google dan Alphabet, Eric Schmidt, diketahui memegang kepemilikan sekitar 1% saham di perusahaan tersebut. Kepemilikan ini berakar dari langkah investasi awal yang dilakukannya pada putaran pendanaan Series A Anthropic pada tahun 2021 silam.
Investasi strategis yang dilakukan pada masa-masa awal perusahaan rintisan tersebut kini berpotensi menghasilkan imbal hasil yang luar biasa. Seiring dengan persiapan Anthropic untuk melangkah ke lantai bursa melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), valuasi perusahaan mengalami lonjakan drastis yang menarik perhatian para pengamat pasar keuangan dan investor teknologi global.
Jejak Investasi Awal dan Lonjakan Valuasi Anthropic
Pada putaran pendanaan Series A di tahun 2021, Eric Schmidt dilaporkan menggelontorkan dana senilai puluhan juta dolar Amerika Serikat. Pada periode tersebut, Anthropic memiliki valuasi privat yang jauh lebih kecil, yakni berada di kisaran USD 461 juta. Langkah berani Schmidt dalam mendukung ekosistem AI generatif pada tahap awal terbukti menempatkannya pada posisi kepemilikan yang sangat menguntungkan di kemudian hari.
Valuasi Anthropic terus meroket tajam seiring dengan tingginya adopsi teknologi AI di berbagai sektor industri. Berdasarkan catatan pendanaan privat pada Mei 2026, valuasi perusahaan telah menyentuh angka USD 965 miliar. Menjelang rencana IPO yang dijadwalkan mulai memasarkan sahamnya pada November 2026 dan memulai perdagangan sebelum akhir tahun, sentimen pasar menempatkan proyeksi valuasi Anthropic pada kisaran USD 1,5 triliun hingga USD 2 triliun.
Jika proyeksi valuasi tertinggi pada kisaran tersebut benar-benar terwujud di pasar publik, kepemilikan saham sekitar 1% milik Eric Schmidt diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga mencapai USD 20 miliar. Angka tersebut merepresentasikan lonjakan signifikan bagi total kekayaan bersih Schmidt yang sebelumnya berada di kisaran USD 57,5 miliar hingga USD 67,4 miliar, yang berpotensi mendongkrak portofolionya secara substansial.
Kinerja Keuangan dan Pemangku Kepentingan Utama
Lonjakan valuasi menjelang IPO ini didukung oleh performa operasional dan finansial perusahaan yang solid. Pada kuartal ketiga tahun 2026, pendapatan Anthropic dilaporkan melonjak sebesar 45% secara kuartal-ke-kuartal (quarter-over-quarter) hingga mencapai USD 16.8 miliar, disertai dengan pencapaian laba pada basis yang disesuaikan.
Kendati demikian, Schmidt bukanlah satu-satunya raksasa industri yang berada dalam daftar pemegang saham utama Anthropic. Raksasa teknologi Amazon tercatat telah menanamkan investasi bernilai miliaran dolar sekaligus bertindak sebagai mitra komputasi awan (cloud partner) utama perusahaan. Selain itu, Alphabet—induk perusahaan Google yang pernah dipimpin oleh Schmidt—juga memegang porsi kepemilikan saham yang signifikan yakni sekitar 14%.
Tabel ringkasan berikut menyajikan gambaran perkembangan valuasi dan proyeksi terkait kepemilikan saham dalam siklus pendanaan Anthropic:
| Fase / Periode | Valuasi / Proyeksi Valuasi | Keterangan / Konteks Pasar |
|---|---|---|
| Series A (2021) | USD 461 Juta | Putaran pendanaan awal tempat Eric Schmidt menanamkan puluhan juta dolar. |
| Pendanaan Privat (Mei 2026) | USD 965 Miliar | Lonjakan valuasi signifikan seiring pertumbuhan adopsi model AI Claude. |
| Proyeksi IPO (Akhir 2026) | USD 1,5 Triliun – USD 2 Triliun | Estimasi sentimen pasar menjelang dimulainya pemasaran IPO pada November 2026. |
Implikasi bagi Pasar Finansial dan Lanskap Teknologi
Rencana debut publik Anthropic dengan perkiraan kapitalisasi pasar di rentang USD 1,5 triliun hingga USD 2 triliun diproyeksikan menjadi salah satu penawaran umum perdana paling bernilai dalam sejarah pasar keuangan modern. Bahkan jika valuasi aktual nantinya berada di bawah batas atas ekspektasi, angka tersebut tetap mencerminkan premi yang substansial dibandingkan valuasi pada putaran pendanaan privat sebelumnya.
Bagi para investor ritel dan pemerhati pasar, fenomena ini menggarisbawahi bagaimana investasi pada tahap awal di sektor teknologi strategis mampu menghasilkan nilai aset yang masif dalam jangka panjang. Namun, dinamika pasar teknologi yang bergerak cepat juga menuntut kewaspadaan terhadap volatilitas serta risiko makroekonomi yang dapat memengaruhi sentimen investor global terhadap instrumen ekuitas berbasis inovasi tinggi.
Disclaimer Finansial & Edukasi
01. NFA (Not Financial Advice): Artikel dan analisis yang disajikan dalam platform marketprice.indotrenesia.com bertujuan murni sebagai referensi edukatif dan informatif, bukan merupakan nasihat keuangan, rekomendasi investasi personal, atau ajakan untuk melakukan transaksi beli maupun jual atas instrumen keuangan tertentu.
02. RISIKO — Pahami Risiko: Keputusan finansial dan investasi selalu mengandung unsur risiko kerugian. Nilai pasar, valuasi aset, serta kondisi ekonomi dapat berfluktuasi secara dinamis, dan kinerja masa lalu tidak mencerminkan atau menjamin hasil di masa depan.
03. DYOR — Do Your Own Research: Pembaca dianjurkan untuk senantiasa melakukan riset mandiri, memverifikasi data dari berbagai sumber resmi, memahami profil risiko masing-masing, serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.